INILAHCOM, Beijing - Pemerintah China dikabarkan risau dengan kesepakatan intelijen yang ditanda tangani Korea Selatan dan Jepang.
Kantor berita Reuters mengabarkan Rabu (30/11/2016), Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Yang Yujun menyatakan, kesepakatan itu bakal membuat kawasan Asia jadi tidak aman dan stabil. “Militer China menyatakan keprihatinan yang serius dengan langkah itu,” ujar Yang Yujun, tanpa merinci lebih jauh.
Karena itu, lanjutnya, “'China akan melakukan pelbagai persiapan yang diperlukan, untuk melindungi kepentingan negara dan perdamaian serta stabilitas regional,” kata Yang Yu Jun.
Kesepakatan kerjasama intelijen itu sebenarnya telah disepakati Korsel dan Jepang pada 2012 lalu. Namun perjanjian yang termaktub dalam Perjanjian Informasi Militer dan Keamanan Umum itu ditangguhkan Korsel karena mendapat tentangan dari dalam negeri. Dan, baru pekan lalu kesepakatan itu ditanda tangani. Pemerintahan Presiden Park Geun-hye tak peduli dengan protes kelompok oposisi yang menentang kesepakatan intelijen dengan Jepang, yang masih dianggap sebagai penjajah dalam Perang Dunia II.
Kerjasama intelijen itu dirasa perlu oleh kedua negara, setelah Korea Utara melakukan beberapa uji coba berbagai rudal yang terbang lebih cepat. Bahkan, diaku Korut sebagai rudal yang mampu membawa kepala nuklir. Uji coba Korut itu sempat membuat kesal Beijing yang selama ini menjadi pendukung utama Pemerintahan Presiden Kim Jong-Un. Gara-gara uji coba ini, Dewan Keamanan PBB menambah sanksi ekonomi terhadap Korut.
Sementara itu China juga kesal melihat Korea Selatan menyetujui kawasannya dijadikan pangkalan sistem pertahanan anti-rudal oleh AS.
Baca Berita Selanjutnya
0 Response to "Beijing Risaukan Kerjasama Intelijen Korsel-Jepang"
Posting Komentar