Trump Ketiban Sial, Rugi US$1 M Hingga Kasus Iran

Trump Ketiban Sial, Rugi US$1 M Hingga Kasus Iran

INILAHCOM, New York - Donald Trump ketahuan menderita kerugian hampir US$1 miliar sejak 1995, sehingga kandidat Republik itu bebas membayar pajak sampai 2013.

The Guardian melaporkan Senin (3/10/2016), hal itu terungkap dari sepucuk yang dikirim seseorang dari kubu Trump ke meja redaksi harian The New York Times. Dalam surat itu dijelaskan, Trump menderita kerugian bisnis senilai US$916 juta.

Meski Trump bisa dibebaskan membayar pajak, namun reputasi bisnisnya terpuruk. Trump yang sering mengungkapkan punya kekayaan senilai US$8 miliar itu, ternyata hanya sesumbar saja dan sulit dibuktikan. Dan tentu saja berdampak buruk bagi pencalonan dirinya sebagai presiden.

Untuk itulah, Trump berniat menggugat The Times ke pengadilan dengan tuduhan membocorkan rahasia pribadi seseorang. Editor harian kondang itu pun siap menghadapinya walaupun risikonya dipenjara.

Kasus pajak ini diperkirakan bakal menyebabkan nama Trump makin merosot. Setelah dikalahkan Hillary Clinton dalam debat presiden bulan lalu, kandidat Republik itu tak henti-hentinya diterpa sial. Komentarnya yang melecehkan Alicia Machado, bekas Ratu Dunia 1990-an, membuat Trump merosot di mata kaum perempuan AS, dan suara kelompok Amerika Latin.

Tambahan lagi, pada Senin (3/10/2016), Kejaksaan Agung negara bagian New York melarang Yayasan Trump menghimpun dana di negara bagian New York, karena tidak memiliki izin resmi. Donald Trump juga tersandung kasus Bank Melli, salah satu bank terbesar Iran. Bank yang diduga membiayai kegiatan teror itu, menyewa ruang kantor Trump di New York 1998 – 2003.


Baca Berita Selanjutnya

0 Response to "Trump Ketiban Sial, Rugi US$1 M Hingga Kasus Iran"

Posting Komentar