Sepak Terjang Salman Hingga Menjadi Raja

Sepak Terjang Salman Hingga Menjadi Raja

INILAHCOM, Jakarta - Lawatan Raja Kerajaan Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud telah mendapat sambutan baik di Indonesia. Kunjungan Raja Salman ini terjadi setelah 47 tahun silam Raja Saudi Faisal bin Abdulaziz mengunjungi negeri ini.

Sosok seorang raja, memang menjadi hal yang menarik bagi khalayak, selain memiliki kekuasaan dan harta yang berlimpah. Salman juga dikenal sebagai pribadi yang cemerlang.

Salman tak ujug-ujug menjadi raja di Kerajaan Arab Saudi yang juga sekaligus menjadi kepala negara di wilayah teresbut. Sebelumn menjadi raja, Salman pernah menjadi Gubernur Riyadh era 1955-1960 dan era 1963-2011. Kemudian, pada November 2011, dia diangkat menjadi Menteri Pertahanan Saudi setelah kematian saudaranya, Putra Mahkota Sultan.

Pada 11 April 2012, Salman yang saat itu menjadi Menteri Pertahanan Saudi berkunjung ke Amerika Serikat (AS). Dia bertemu Presiden Barack Obama.

Pada 18 Juni 2012, Pangeran Salman ditetapkan sebagai Putra Mahkota Saudi, calon pengganti Raja Abdullah yang merupakan saudara tiri.

Pada 28 Agustus 2012, untuk pertama kalinya, Putra Mahkota Salman bertugas sebagai “raja sementara” Saudi setelah Raja Abdullah “cuti khusus”.

Pada 22 Januari 2015, Putra Mahkota Salman secara resmi menjadi raja baru Arab Saudi setelah meninggalnya Raja Abdullah.

Pada 27 Januari 2015, atau beberapa hari setelah Salman dinobatkan sebagai raja baru Saudi, Presiden AS Barack Obama secara resmi menemuinya. Obama dan sang istri, Michelle Obama menemui Raja Salman di istana kerajaan.  

Kunjungan Obama dan Michelle saat itu juga jadi pemberitaan utama media-media internasional. Sebab, Obama dan Ibu Negara AS itu tiba-tiba ditinggalkan Raja Salman setelah suara azan terdengar. Raja Salman “permisi” untuk menjalankan salat.


Baca Berita Selanjutnya

0 Response to "Sepak Terjang Salman Hingga Menjadi Raja"

Posting Komentar