INILAHCOM, Singapura - Menteri urusan dalam negeri Singapura, Kasiviswanathan Shanmugam, mengungkapkan bahwa ancaman serangan kelompok ekstrimis lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Reuters mengabarkan hal itu diucapkan Shanmugam Jumat (2/12/2016), dalam acara Asosiasi Koresponden Asing di Singapura. “Ancaman itu, saya kira telah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya atau awal tahun ini,” ujarnya.
Shanmugam menambahkan, berita-berita mengenai meningkatnya ancaman itu datang dari Indonesia. “Karena itu saya menengarai berita-berita Indonesia itu sangat serius. Kita sudah dekat dengan mereka,” tambah Shanmugam, yang menjabat juga sebagai Menteri Kehakiman Singapura.
Singapura yang terdiri dari multi etnis, dan menjadi pusat perdagangan dunia, memang belum pernah menjadi sasaran serangan kelompok militan Islam. Namun beberapa bulan belakangan, Pemerintahan PM Lee Hsien Loong, memperingatkan warganya lebih waspada. “Bukan lagi menimbang 'jika' ada serangan, tetapi kini harus memperhatikan 'kapan' serangan itu akan terjadi”.
Pada 2002 seorang militan warga Singapura dituduh merancang untuk membenturkan pesawat bajakan ke Bandara Changi, Singapura. Enam warga Bangladesh dihukum setelah terbukti mengedarkan uang untuk menyerang warga Bangladesh di Singapura.
Menteri Shanmugam memperkirakan terdapat seribu warga Asia Tenggara meninggalkan negerinya untuk berperang ke Suriah dan Irak, melawan gerilyawan ISIS. Banyak di antara mereka berasal dari Malaysia dan Indonesia. “Kita mungkin punya dua keluarga dari Singapura, atau kurang dari 10 orang,” tutur Shanmugam.
Baca Berita Selanjutnya
0 Response to "Singapura Ingatkan Tingginya Ancaman Militan Islam"
Posting Komentar