INILAHCOM, Seoul - Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menghadapi pekan genting karena upaya pemakzulan padanya mendapatkan dukungan dari partai yang mengusung dirinya.
Tiga partai oposisi, Sabtu (3/12/2016), mengajukan usulan pemakzulan terhadap Park yang dituduh melakukan penyelewengan kekuasaan, sehingga menempatkannya pada risiko menjadi pemimpin pertama yang dipilih secara demokratis di Korsel yang meletakkan jabatannya lebih dini.
"Peluang pemakzulan pada 9 Desember mendatang 50:50," kata Woo Sang-ho selaku pemimpin parlemen dari Partai Demokrat, partai utama oposisi, dalam pertemuan partai politik, di Seoul, Senin (5/12/2016).
Pemungutan suara untuk memakzulkan Park dijadwalkan pada Jumat (9/12/2016). Jika berhasil dimakzulkan, maka parlemen membutuhkan persetujuan dari Mahkamah Konstitusi, yang oleh para pakar diperkirakan prosesnya membutuhkan waktu kurang dari dua bulan.
Beberapa partai oposisi membutuhkan sedikitnya 28 anggota Partai Saenuri --partai dimana Park bernaung-- untuk mendapatkan dua pertiga suara mayoritas sebagai syarat untuk meloloskan usulan pemakzulan.
Sedikitnya 29 anggota Partai Saenuri diyakini akan memilih usulan pemakzulan, demikian kata beberapa orang anggota faksi yang membelot.
Sementara itu, pimpinan kelompok bisnis terbesar Korsel berencana memberikan pernyataan kepada komisi parlemen. Pimpinan sembilan konglomerat, termasuk pemimpin de facto Grup Samsung Jay Y Lee dan pemimpin Kelompok Hyundai Motor Chung Mong-koo, dijadwalkan akan hadir dalam acara itu, Selasa (6/12/2016).
Mereka diperkirakan akan ditanyai mengenai keterlibatan mereka dan apakah mereka menyetujui imbal jasa.
Park telah menampik tuduhan tersebut. Ia pada pekan lalu mengajukan pengunduran diri dan meminta parlemen memutuskan, bagaimana dan kapan dia bisa meletakkan jabatannya.
Sejumlah partai oposisi menolak usulan Park tersebut dan menyebutnya sebagai cara untuk mengulur waktu dan menghindari pemakzulan serta berjanji untuk mendesak pemakzulan.
Mereka pun menggelar aksi unjuk rasa besar pada akhir pekan lalu, yang oleh para penyelenggara disebut aksi terbesar setelah dihadiri sekitar 1,7 juta peserta dan diikuti oleh permintaan maaf Park untuk ketiga kalinya pada pekan lalu.
Meski demikian, pihak kepolisian Korsel menyangkal dengan menyatakan bahwa kerumunan massa tersebut paling banyak sekitar 320 ribu orang.
Baca Berita Selanjutnya
0 Response to "Presiden Korsel Segera Hadapi Tuntutan Pemakzulan"
Posting Komentar